Informasi Umum
Susunan Acara
Susunan acara Rapat Kerja Nasional BKSPTIS 2023.
Hari Pertama: Jumat, 17 November 2023
No
|
Waktu
|
Durasi
|
Acara
|
Keterangan
|
Unduh Materi
|
1 | 07.30 | 30’ | Registrasi Peserta | ||
2 | 08.00 | 05’ | Pengkondisian | ||
3 | 08.05 | 10’ | Sambutan Tuan Rumah Rektor Universitas Islam Riau Prof. Dr. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L. |
||
4 | 08.15 | 60’ | Sesi Pidato Inspirasi
Kebijakan Pendidikan Tinggi Indonesia Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI |
||
5 | 09.15 | 30’ | Persiapan pembukaan | ||
6 | 09.45 | 5’ | Pembukaan | ||
7 | 09.50 | 10’ | Kalam Ilahi dan doa | ||
8 | 10.00 | 05’ | Indonesia Raya | ||
9 | 10.05 | 10’ | Tari persembahan | ||
10 | 10.15 | 10’ | Pelantikan Pengurus Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta Se-Indonesia Masa Amanah 2023-2027
oleh Dr. (HC) H. M. Jusuf Kalla |
||
11 | 10.25 | 05’ | Sambutan Ketua Umum BKSPTIS Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. |
||
12 | 10.30 | 05’ | Sambutan Ketua Dewan Pembina BKSPTIS Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A. |
||
13 | 10.35 | 10’ | Sambutan Plt. Gubernur Riau Brigjen. TNI (Purn) H. Edy Natar Nasution, S.I.P. |
||
14 | 10.45 | 60’ | Sesi 1 – Pidato inspirasi
Seni Berbisnis Jusuf Kalla: Memadukan Spiritualitas, Profesionalitas, dan Kearifan Lokal Ketua Dewan Penasehat BKSPTIS |
||
15 | 11.45 | 110’ | Sambutan Ketua Dewan Pembina BKSPTIS Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A. |
||
16 | 13.30 | 60’ | Sesi 2 – Bedah buku
Peta Jalan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia Penulis: Zaenal Muttaqin (LP3ES) Pembedah 1: Prof. Dr. H. Mudzakkir Ali, MA. Pembedah 2: Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. |
||
17 | 14.30 | 60’ | Sesi 3 – Penguatan kerja sama antarpeserta | ||
18 | 15.30 | 30’ | Penutup, Rehat kopi, dan Salat Asar | ||
19 | 19.00 | 90’ | Makan malam |
Hari Kedua: Sabtu, 18 November 2023
No
|
Waktu
|
Durasi
|
Acara
|
Keterangan
|
Unduh Materi
|
1 | 08.00 | 60’ | Pemaparan Kebijakan Umum dan Penjaringan Aspirasi
Ketua Umum dan Sekretaris Umum |
||
2 | 09.00 | 15’ | Rehat kopi | ||
3 | 09.15 | 60’ | Sidang Komisi (Paralel)
Komisi 1: Komisi 2: Komisi 3: Komisi 4: |
||
4 | 10.15 | 60’ | Sidang Pleno Laporan per komisi |
||
5 | 11.15 | 30’ | Pembacaan naskah seruan moral | ||
6 | 11.45 | 15’ | Penutupan | ||
7 | 12.00 | 60’ | Salat Zuhur, Makan Siang | ||
8 | 13.00 | 60’ | Indonesia Raya |
Pelaksanaan Acara
Pelaksanaan agenda Rapat Kerja Nasional BKSPTIS 2023.
Sekilas Rakernas BKSPTIS
Sejak empat dekade terakhir, dunia pendidikan tinggi terus mengalami transformasi. Sejumlah riset menunjukkan, sejatinya pendidikan tinggi terbentuk sebagai institusi yang murni mengembangkan ilmu pengetahuan dengan menyelenggarakan proses pembelajaran guna melatih pemikiran analitis dan reflektif mahasiswa.
Seiring dengan pusaran globalisasi ekonomi dan neoliberalisme yang kian menguat, perguruan tinggi dituntut untuk terus berubah. Kampus dihadapkan pada komodifikasi, di mana komersialisasi riset menjadi alat mengukur daya saing. Lulusan perguruan tinggi didorong memenuhi kriteria pasar kerja industri, menjadikan kampus seolah sebagai penjamin pasokan tenaga kerja.
Selain itu, kampus juga dihadapkan pada tren korporatisasi yang ditandai dengan pergeseran struktur dan budaya organisasi dari kolegial menjadi hierarkis. Kampus dikelola layaknya korporasi, mengubah pola relasi dosen mahasiswa menjadi produsen konsumen yang tak jarang menjadi kering dan transaksional.
Kedua tren ini memunculkan fenomena turunan dalam mengukur mutu perguruan tinggi. Kian maraknya pemeringkatan kampus menjadi perguruan tinggi kelas dunia dalam satu dekade terakhir telah berhasil menarik perhatian banyak kampus di Indonesia untuk berpacu menjadi nomor satu.
Di satu sisi, fenomena ini tentu memiliki dampak positif, di mana kampus terdorong untuk meningkatkan daya saing. Meski, di sisi lain, juga memunculkan sejumlah pertanyaan dasar:
Bagaimana tren global ini berdampak terhadap kemandirian perguruan tinggi? Bagaimana perguruan tinggi beradaptasi dalam memaknai peran dan misi menjadi perguruan tinggi yang mendunia?
Dalam konteks perkembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia, kedua pertanyaan tersebut kian relevan menjadi refleksi. Tidak terkecuali, perguruan tinggi Islam, baik negeri maupun swasta, kian dihadapkan pada tantangan perubahan yang begitu kuat, baik di tingkat nasional maupun global. Pada aspek kemandirian, tantangan membentang jelas, baik dari keberlanjutan sumber daya hingga ketepatan strategi dalam merespons perubahan regulasi.
Dalam hal misi menjadi perguruan tinggi yang mendunia, perguruan tinggi Islam juga dihadapkan pada pilihan dilematis, apakah mutu mendunia dimaknai sebagai semangat dalam mengejar tuntutan internasionalisasi demi reputasi mondial, atau justru diartikan sebagai dorongan meningkatkan mutu internal, sehingga proses pembelajaran, riset, dan pengabdian menjadi rujukan dunia.
Tergerak dari pemikiran tersebut, Rapat Kerja Nasional BKSPTIS 2023 bermaksud untuk mengangkat tema membangun perguruan tinggi Islam yang mandiri dan mendunia.
Narahubung

Tati Maharani, S.P, M.P.
Pindai QR Code berikut
untuk mengirim pesan Whatsapp:
(Wa. 0811-752-604)

Sri Wikanti, A.Md.
Pindai QR Code berikut
untuk mengirim pesan Whatsapp:
(Wa. 0815-7887-6325)

Dr. Harry S., M.I.Kom.
Pindai QR Code berikut
untuk mengirim pesan Whatsapp:
(Wa. 0812-7603-1517)